Rabu, 20 Februari 2019

5 Strategi Jitu Pemasaran Buku

Tantangan seorang penulis yang menerbitkan buku secara self publishing atau terbit mandiri adalah menemukan strategi jitu pemasaran buku agar laris terjual. Hal ini sangat penting bagi penulis, sebab menerbitkan buku secara self publishing berarti menuntut penulis berperan aktif dalam setiap pemasaran bukunya sendiri, berbeda dengan penulis yang menerbitkan bukunya secara konvensional seperti di penerbit gramedia, elex media, mizan, dan sebagainya yang secara khusus penulis berperan pasif.

Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya teman-teman penulis pemula yang belum memahami penerbit indie / self publishing vs penerbit mayor serta kekurangan dan kelebihannya di konten kami sebelumnya Kelebihan dan Kekurangan Penerbit Indie dan Penerbit Mayor.

Jika telah memahami perbedaan penerbit indie/self publishing dan penerbit mayor. Mari kita lanjut ke fokus pembahasan kita yaitu 5 Strategi Jitu Pemasaran Buku bagi penulis yang menerbitkan buku secara self publishing atau terbit mandiri :

Riset

Ini adalah strategi terpenting bagi setiap penulis yang ingin menerbitkan buku secara self publishing atau secara mandiri. Sebab melalui riset, penulis mampu mengetahui kisaran jumlah buku yang akan terjual. Jangan riset pakai hati yah!!! karena jika tidak sesuai espektasi jumlah buku yang laku bisa patah hati nanti heheeee

Nah, dalam riset ini 2 metode dasar, pertama membagikan kuisioner atau interview ke target pasar penjualan anda (seperti penelitian skripsi gitu) atau mau lebih keren dan nggak rumit, pakai aja sarana pertanyaan di Instagram atau di Facebook anda.

Kedua hitung jumlah keluarga/kerabat, teman-teman kuliah/sekolah, teman-teman komunitas. Rumusnya mudah, jika sudah dapat totalnya, ambil maksimal 20% aja yah.
Contoh :
Penulis A berdasarkan riset pertama mendapat respons 500 orang dan riset kedua mempunyai ± 3.000 orang.
Cara menentukan buku yang akan diterbitkan adalah minimal 5% dan maksimal 30% yah. atau dari dari 3.500 orang anda bisa mencetak minimal 175 eks dan maksimal 1.050 eks buku.

Promosi

Memasarkan buku tentu membutuhkan promosi, tetapi tidak semua promosi itu jitu loh!
Sebagai penulis anda tidak di tuntut cerdas membuat karya tetapi juga cerdas dalam memasarkan buku anda dan promosi ini 2 metode metode yah, pertama anda wajib memasarkan buku anda secara intens dan full power di semua media sosial anda; kedua meminta bantuan teman-teman anda buat endors buku anda.

Bedah Buku

Sekarang ini lagi booming loh gerakan literasi, dimana-mana terbentuk komunitas literasi. Buat penawaran bedah buku di komunitas-komunitas literasi, atau di lembaga-lembaga kemahasiswaan, jika mereka tidak tertarik membuka bedah buku gratis, tawarkan aja sistem bagi hasil dengan pihak pengelenggara, pasti tertarik!

Titip Jual

Selain penulis bisa titip jual di berbagai toko buku konvensional, penulis juga bisa memanfaatkan teman atau kerabatnya untuk titip jual dengan sistem bagi hasil. Pasti mereka mau, karena prinsipnya kan saling menguntungkan. Iya kan?

Penutup, menjadi penulis yang menerbitkan buku secara self publishing / terbit mandiri dibutuhkan keyakinan, percaya diri dan keberanian bahwa buku yang diterbitkan itu benar-benar layak dan berkualitas untuk di konsumsi oleh para pembaca.

Buku Berkualitas

Nah! ini salah satu yang terpenting juga dalam strategi pemasaran buku penulis, karena selain konten berkualitas, buku juga wajib berkualitas; baik dari segi ukuran, design cover, layout, kemasan dan sebagainya. Mengapa demikian? karena psikologi yang pertama adalah tampilan fisik berkualitas. So, penulis jangan sekedar mencari penerbit indie / self publishing dengan harga murah tapi hasilnya yah sesuai harga alias low quality yang membuat semua pembeli bakal kecewa. Tapi jika buku penulis berkualitas dan kontennya menarik! yakin deh, person to person marketing alias pembeli tanpa penulis minta, akan membantu mempromosikan buku penulis.

Nas Media Pustaka adalah salah satu penerbit indie / self publishing yang dapat menjadi mitra terbit maupun cetak buku anda. Sebagai No.1 self publishing in eastern indonesianPenerbit Nas Media Pustaka sebagai penerbit indie / self publishing mewarkan anda menjadi mitra terbit maupun cetak buku dengan harga termurah, berkualitas dan terpercaya.

Label: , , , , ,

Kekurangan dan Kelebihan Penerbit Mayor dan Penerbit Indie



Untuk menerbitkan buku yang berkelas ada dua cara yang bisa digunakan; melalui penerbit Mayor atau penerbit Indie. Kenapa berkelas? Ya kalau cuma sekedar 'buku’ saja, tukang cetak buku Yasin juga bisa. Atau ngeprint sendiri terus dijilid sendiri juga sudah bisa disebut buku. Berkelas maksudnya memiliki tampilan elegan, cover yang artistik, jenis kertas yang bagus serta memiliki ISBN (International Standar Book Number). Dan hal itu tentu harus diserahkan kepada ahlinya, yaitu penerbit Mayor maupun penerbit Indie.

Secara fisik, kualitas buku baik dari penerbit Mayor maupun penerbit Indie tidak terlalu ada bedanya. Pengelola penerbit Indie biasanya sudah memiliki skill mendesain cover dan isi buku. Jenis kertasnya juga sama-sama bagus. Buku-buku Indie juga ber-ISBN selayaknya buku cetakan penerbit Mayor. Kalaupun ada Indie Publishing yang mencetak buku asal-asalan, itu pasti penerbit yang tak bertanggung jawab.

Baik penerbit Indie maupun penerbit Mayor memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Menerbitkan buku di dua penerbit tersebut ada keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Karena itu ada penerbit Mayor yang juga sekaligus memiliki penerbit Indie.

Lalu apa sih sebenarnya bedanya penerbit Indie dengan penerbit Mayor?
Nah untuk mengetahui perbedaan antara penerbit Mayor dengan penerbit Indie, baca saja kelebihan dan kekurangannya yang akan diuraikan berikut ini.

Kelebihan Penerbit Mayor

Menerbitkan buku di Penerbit Mayor 100℅ gratis! Biaya produksi, distribusi dan promosi sepenuhnya ditanggung pihak penerbit.

Promosi yang dilakukan penerbit Mayor jauh lebih menjanjikan. Mereka sangat gencar promo di sosial media, yang mana sosial media penerbit Mayor rata-rata memiliki pengikut yang besar. Ketika menerbitkan buku baru, penerbit Mayor juga kerap mengadakan blog tour, kuis-kuis, give away, bahkan launching buku dengan menghadirkan langsung penulisnya.

Dalam sekali terbit, sebuah judul buku di Penerbit Mayor akan dicetak dalam jumlah banyak. Biasanya antara 2.000 hingga 5.000 eksemplar pada cetakan pertama. Selanjutnya kalau habis/best seller, akan diterbitkan lagi cetakan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Sistem penjualan buku pada penerbit Mayor lebih bervariasi. Selain dijual di toko-toko buku ternama di seluruh Indonesia, penjualan juga dilakukan secara online, baik dengan cara order pada toko-toko buku online yang banyak beredar di dunia maya, ataupun memesan langsung kepada penerbit. Malah untuk penulis-penulis ternama, buku bisa diorder sebelum beredar di toko buku. Buku-buku produksi penerbit Mayor juga ada yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Kekurangan Penerbit Mayor

Prosesnya cukup lama! Untuk mendapat jawaban apakah naskah yang kita kirim diterima atau ditolak saja, kita harus menunggu antara empat hingga enam bulan. Sudah begitu kalau diterima, pihak penerbit juga masih butuh waktu lagi untuk mengedit naskah tersebut.

Royalti kecil! Royalti bagi penulis di penerbit Mayor tergolong rendah. Hanya 10℅ dari harga buku. Kalau bukumu dibanderol Rp 50.000, maka kamu sebagai pengarang yang sudah siang malam susah payah mengumpulkan ide, hanya mendapat bagian Rp 5.000. Royalti dibayar setiap 6 bulan dihitung dari total buku yang terjual. Dan jangan lupa, dari royalti 10℅ itu nanti masih akan dipotong pajak penghasilan. Agak memprihatinkan ya? Tapi memang begitulah. Makanya penulis sekaliber Darwis Tere Liye sampai menyetop kontrak penerbitan buku-buku karyanya.

Di penerbit Mayor kreatifitas penulis dibatasi. Jumlah maksimum dan minimum halaman harus sesuai aturan. Kalau ada bagian di dalam naskah yang tidak diinginkan penerbit, bagian tersebut akan diubah bahkan dihapus oleh editor.

Penerbit Mayor hanya menerima naskah dengan genre-genre tertentu. Bahkan untuk penulis pemula, naskah kumpulan cerpen atau naskah puisi tidak akan diterima.

Beberapa penerbit Mayor mewajibkan naskah dikirim dalam bentuk hard copy dan dijilid rapi. Hal ini tentu membuat penulis merasa agak ribet, di era internet seperti yang kita rasakan saat ini, kenapa tidak dikirim via email saja? Belum lagi harus keluar duit untuk biaya ngeprint dan ongkir ke penerbit.

Kelemahan Penerbit Indie

Menerbitkan buku di penerbit Indie, biaya produksi ditanggung oleh penulis. Setiap penerbit Indie memiliki tarif berbeda-beda dan mungkin masih bisa dinegosiasikan.

Penerbit Indie tidak menyetok buku karena tidak mencetak buku secara massal. Buku hanya akan dicetak ketika ada yang memesan. Sistem ini dikenal dengan nama POD (Print on Demand).

Promosi yang dilakukan penerbit Indie hanya sekedarnya saja. Paling hanya dipajang di websitenya dan di-share di sosmed. Sementara sosial-sosial media milik penerbit Indie biasanya cuma sosmed semenjana yang hanya memiliki pengikut sedikit. Jadi meskipun gencar dipromosikan tidak akan terlalu efektif. Kalau ingin bukunya laku, mau tidak mau penulis yang harus giat berpromosi sendiri.

Buku-buku keluaran penerbit Indie tidak dijual di toko-toko buku besar seperti Gramedia, Toko buku Gunung Agung, dan sebagainya. Buku Indie hanya dipasarkan secara online.

Keunggulan Penerbit Indie

Naskah dijamin diterima dan pasti dibukukan. Tentu saja dengan syarat isi naskahnya tidak melanggar hukum dan melanggar hak cipta, misalnya hasil copy paste, plagiat, hate speech, menyinggung sara, pornografi dan hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Bebas menerbitkan buku bergenre apa saja. Mau buku pertanian, kisah nyata bertemu gendruwo, kumpulan puisi, cerpen, primbon dan yang lain sebagainya Penerbit Indie siap memfasilitasinya, sepanjang tidak melanggar hukum dan isinya bisa dipertanggung jawabkan.

Jumlah halaman buku-buku terbitan penerbit Indie tidak dibatasi. Penulis diberi ruang yang seluas-luasnya. Mau menulis buku setebal bantal atau setipis selaput dara dipersilakan.

Proses cepat. Hari ini dikirim, besok atau lusa sudah bisa langsung terbit. Kalaupun tidak secepat itu, tapi percayalah tidak akan sampai berhari-hari apalagi berbulan-bulan kayak penerbit sebelah.

Naskah cukup dikirim via surel alias surat elektronik alias email. Tidak perlu dalam bentuk print out. Penerbit Indie sangat paham penulis jaman now pasti maunya yang praktis-praktis.

Royalti besar! Menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis akan mendapat bagian yang lebih besar. Bisa hingga 70℅ bahkan 100℅.

Itulah perbedaan antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau demikian, jadi pilih penerbit Mayor apa penerbit Indie?

Sumber :


Nas Media Pustaka adalah salah satu penerbit indie / self publishing yang dapat menjadi mitra terbit maupun cetak buku anda. Sebagai No.1 self publishing in eastern indonesianPenerbit Nas Media Pustaka sebagai penerbit indie / self publishing mewarkan anda menjadi mitra terbit maupun cetak buku dengan harga termurah, berkualitas dan terpercaya.

Label: , , , , , , ,

Rabu, 16 Januari 2019

Percetakan Buku Murah, Berkualitas dan Terpercaya

Apakah anda ingin cetak buku murah ? Bingung cari penerbit buku murah, tempat percetakan buku murah, cetak buku murah, cetak buku satuan murah atau cetak buku offset murah, cetak buku tahunan sekolah, cetak lks murah, cetak company profile murah, cetak raport sekolah murah atau cetak murah yang lainnya serba murah ? Kami Nas Media Pustaka siap memberikan pelayanan jasa cetak dengan harga termurah.

Nas Media Pustaka telah 2 tahun bergerak dalam usaha penerbit dan percetakan buku, kami telah mendapat kepercayaan dari berbagai Perguruan Tinggi, Institusi, Lembaga, Organisasi di seluruh Indonesia dalam mencetak berbagai kebutuhan buku termasuk pengadaan buku sekolah. Memproduksi ratusan judul buku dengan jumlah puluhan ribu eksemplar adalah bukti trust penulis terhadap perusahaan kami.

Cara cerdas mendapatkan harga termurah adalah melakukan riset dengan membuka website setiap penerbit indie maupun percetakan buku, lihat secara detail trackrecord penerbit buku indie/percetakan buku tersebut. Untuk mempermudah, ayo kita coba dengan simulasi aja yah :
  1. Riset, pilih beberapa penerbit buku indie/percetakan buku yang menurut anda adalah murah
  2. Petakan lokasi penerbit buku indie/percetakan buku. Ingat yah, jangan hanya terbuai dengan tampilan situs website, tapi paling utama adalah memiliki kantor yang jelas
  3. Searching trackrecord penerbit buku indie/percetakan buku yang menurut anda pas dan sesuai dengan visi anda. Cara mengetahui cukup mudah, buka fanspage facebook, instagram maupun situs website penerbit buku indie/percetakan buku tersebut, lebih baik jika anda dapat berinteraksi langsung atau ketemu di kantor penerbitan/percetakan buku tersebut. Apabila anda telah melihat seluruh rekam jejak penerbit buku indie/percetakan buku yang anda pilih
  4. Bandingkan harga penerbit buku indie/percetakan buku yang anda pilih. Ingat yah, sekali lagi pilih yang murah tapi berkualitas dan terpercaya, jangan murah tapi murahan.
  5. Pertimbangkan Biaya Ongkos Kirim Buku. Ini menjadi hal yang sangat banyak diabaikan oleh penulis pemula sebab menganggap ongkos kirim tidak dimasukkan dalam biaya produksi yang anda siapkan. Akhirnya saat buku telah selesai produksi dan siap kirim, anda menjadi nyesek mendengar biaya ongkos kirim ternyata lebih mahal dari biaya produksi buku. Heheheeee
Sekiranya ini 5 point penting yang dapat kami bagi demi kenyamanan dan kecerdasan penulis memilih penerbit buku indie atau percetakan buku dalam menerbitkan buku.


Keunggulan Cetak dan Terbitkan Buku di Nas Media Pustaka

Harga Termurah
Nas Media Pustaka menawarkan harga produksi cetak/terbitkan buku murah tetapi tidak murahan. Sebab tidak sedikit oknum Penerbit atau Percetakan Buku yang melakukan banting harga produksi dengan iming-iming sangat murah, tetapi kualitas buku yang dihasilkan low quality.Tentu akan membuat anda nyesek jika hasil karya anda dikemas dalam kualitas murahan. Iya kan?

Memiliki Mesin Produksi Sendiri
Nas Media Pustaka tidak hadir bersaing harga termurah dengan kompetitor lainnya, tetapi kami menentukan harga murah dengan rasio kami yang menurut kami masuk akal. Sebab, tentu kami paham karena kami memproduksi langsung semua buku dengan menggunakan mesin produksi kami sendiri

Buku 100% Bergaransi
Nas Media Pustaka tumbuh karena trust dan menjaga trust adalah kunci sukses kami. Sehingga kami menjamin setiap buku yang kami produksi 100% bergaransi dan berkualitas sesuai standar kualitas mesin produksi kami. Apabila terdapat buku yang cacat atau tidak layak, maka kami akan mengganti setiap buku tanpa ada biaya tambahan.

Anggota IKAPI
Bagi penulis pemula tentu kurang mengetahui istilah IKAPI. Iya kan?
IKAPI adalah singkatan dari Ikatan Penerbit Indonesia. IKAPI adalah asosiasi profesi penerbit satu-satunya di Indonesia yang menghimpun para penerbit buku dari seluruh Indonesia. Wajib anda tahu, menerbitkan buku nggak boleh asal loh. Apalagi jika anda dosen yang menerbitkan buku dan ingin mengejar KUM? Tentu syarat utamanya adalah buku anda wajib diterbitkan di penerbit yang terdaftar sebagai anggota IKAPI. Jika tidak, maka kami jami tidak akan mandapatkan KUM.
Nah, apakah Nas Media Pustaka terdaftar sebagai anggota IKAPI?
Jelas terdaftar dong!
Nas Media Pustaka resmi terdaftar sebagai anggota IKAPI No. 018/SSL/2018, terdaftar sejak tanggal 1 April 2018 hingga 31 Maret 2020.

Kantor Penerbitan Jelas
Head Office :
Jl. Batua Raya No. 550 Panakkukang
Makassar, Sulawesi Selatan - 90233
C1   : 0812-1313-3800 (HOTLINE FAST RESPON)
CS2 : 0822-9694-1943 (Amma)
CS3 : 0812-4535-7854 (Ilham)
CS4 : 0822-7124-2768 (Sinthia)
WhatsApp 0812-1313-3800 (CHAT 24/7)
Instagram : @nasmedia_id
Fanspage FB : Penerbit Nas Media Pustaka
E-mail : redaksi@nasmediapustaka.id

Label: , , , , , ,

Sabtu, 29 Desember 2018

Cara Terbaik Memilih Penerbit Buku

Menerbitkan buku adalah impian setiap penulis, apalagi dapat setiap karya tulisnya dapat terpajang di rak-rak buku di seluruh Indonesia. Tentu membuat kalian sangat bangga dengan prestasi seperti itu. Nah, kali ini kami akan memberikan cara terbaik memilih penerbit buku yang dapat menjadi media partner anda. Sebab, kalian terlebih dahulu wajib mengetahui beberapa hal dalam memilih penerbit buku berdasarkan espektasi anda. Jangan asal pilih, entah bikin nyesek loh!

Apa target anda menerbitkan buku?

Setiap penulis tentu memiliki target dalam menerbitkan buku. Tentu setiap penulis target dasarnya adalah ingin berbagi ilmu pengetahuan. Iya kan? tapi ada target yang lebih general yaitu ada yang target ingin menjadi penulis terkenal dan tentu ada yang memiliki target menjadi kaya dari menulis.

Sahabat literasi, sebagai penulis tentu kita harus cerdas. Nah, cerdas tahap pertama adalah memiliki target. Mengapa demikian? Sebab inilah yang nantinya akan mengarahkan anda dalam memilih penerbit buku yang sesuai dengan target anda.

Jika kalian memilih menjadi penulis terkenal, awali langkah anda menerbitkan buku di penerbit mayor alias penerbit konvensional seperti Gramedia, Elex Media, Mizan, Erlangga dan sebagainya. 

Kelebihan penerbit mayor :
  1. Memiliki market yang luas se Indonesia
  2. Memiliki relasi yang besar
  3. Peluang menjadi penulis terkenal lebih besar
Kekurangan penerbit mayor :
  1. Selektif dan subjektif memilih naskah. Setiap penerbit mayor memiliki kriteria sendiri dalam menentukan naskah buku penulis. Tentu ini tidak bersifat general yah, tetapi banyak penerbit mayor utamanya lebih memilih penulis yang memiliki track record atau nilai jual buku yang berpotensi lebih besar. Urusan kualitas naskah menjadi soal kedua. Sebab wajar saja penerbit mayor seperti itu, mereka tentu tidak ingin rugi.
  2. Royalty penulis sangat miris, hanya 8% - 15% saja dari tiap penjualan.
  3. Hak cetak, menerbitkan maupun hak cipta terikat kontrak.
Simulasi menerbitkan buku di penerbit mayor :
Penerbit menerbitkan 1.000 eks buku penulis
Biaya produksi Rp.15.000/eks x 1000eks = Rp.15.000.000
Biaya penjualan Rp.50.000/eks x 1000eks = Rp.50.000.000
Royalty penulis yaitu 10% dari hasil penjualan = Rp.5.000.000

Keterangan :

Penulis tidak mengeluarkan biaya sepersenpun, sebab penerbit yang membiayai penuh biaya produksi buku sebesar Rp.15.000.000 untuk 1.000eks buku dan menjual bukunya dengan harga Rp.50.000. dan semuanya ludes terjual.
Bayangkan, berapa pendapatan bersih si penulis?
Penulis hanya mendapatkan 10% dari hasil penjualan yaitu Rp.5.000.000 Miris yah...

Nah, bagaimana jika anda memilih target ingin kaya dari menulis?

Tentu istilah kaya menjadi penulis adalah yang banyak orang menganggapnya adalah hiperbola. Tetapi, bukan tidak mungkin mimpi tersebut menjadi kenyataan jika kita serius menggeluti dunia kepenulisan, contohnya Dee Lestari, Novelis terkenal dan terkaya yang mengawali kariernya dari penerbit indie. Salah satu langkah strategisnya adalah menerbitkan buku secara self publishing atau istilah lainnya menerbitkan secara mandiri dengan mencari penerbit indie yang memiliki visi sama dengan anda.

1 dekade terakhir, penerbit indie terus tumbuh karena banyak penulis lebih merasa nyaman dan diuntungkan dari segi hasil penjualan buku. Nas Media Pustaka adalah satu di antara sekian penerbit indie yang telah menerbitkan ratusan judul buku dari berbagai penulis yang berasal dari Indonesia Timur, diantaranya penulis dari Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Mamuju, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Samarinda, Balikpapan, dan penulis dari berbagai daerah lainnya.

Kelebihan Penerbit Indie :
  1. Penulis bebas menentukan model pemasaran dan penjualan buku
  2. 100% keuntungan penjualan milik penulis
  3. Naskah tidak melalui proses seleksi naskah yang rumit
  4. Hak Cipta tetap di tangan penulis
  5. Tidak memiliki keterikatan kontrak dengan penerbit
Kekurangan Penerbit Indie :
  1. Penulis harus mengeluarkan budget untuk setiap biaya produksi buku
  2. Penulis harus membangun relasi dalam memasarkan buku
Simulasi menerbitkan buku di penerbit indie :
Penulis menerbitkan 1.000 eks buku
Biaya produksi Rp.15.000/eks x 1000eks = Rp.15.000.000
Biaya Penjualan Rp.50.000/eks x 1000eks = Rp.50.000.000

Keterangan :

Penulis membiayai tiap proses produksi buku dan harus mengeluarkan budget Rp.15.000.000 untuk 1.000eks buku dan menjual bukunya dengan harga Rp.50.000. dan semuanya ludes terjual.
Bayangkan, berapa pendapatan bersih si penulis?
Rp.35.000.000 Wowww...
Sekian yang dapat kami bagi untuk sahabat sekalian, semoga bermanfaat. Kesimpulannya Penerbit Mayor maupun Penerbit Indie memiliki kelebihan dan kekurangan, dalam pilihan seorang penulislah yang harus cerdas.

Wassalam

Label: , , , , , ,