Senin, 19 Februari 2018

Menjadi Penulis? Why Not! Part 2


"Syarat Menjadi Penulis ada 3, yaitu Menulis, Menulis dan Menulis.
Aturan dalam menulis adalah tidak ada aturan. Menulislah!"
Nur Amin Saleh
Founder Nas Media Pustaka / Inisiator Komunitas Indonesia Literasi

Salam Literasi.
Komunitas Indonesia Literasi [KIL] telah membuktikan inovasi edukatif-nya dalam produktifitas Kelas Menulis Berbasis Kurikulum "Menjadi Penulis? Why Not!"dengan lahirnya Penulis-Penulis Muda, diantaranya: Lulufiaa dan Bita Angriani dengan Novel Seperti Musim, Indah Fitriani dengan Antologi Puisi Senyawa, Andri Astiawan Azis dengan Buku Motivasi Islam Habis Hijrah Terbitlah Berkah, Naifah Mansyur Patta dan Mayang Suci Kesuma.


Apa Benar Jadi Penulis Hanya Dalam 10 Kali Pertemuan?
Benar! Teman-teman kita di atas adalah buktinya. Nggak percaya? buktiin aja sendiri :)

Apa KIL Menjamin Kami Bisa Jadi Penulis?
Tidak! Sebab yang seharusnya menjamin itu adalah keyakinan kalian sendiri. Jika pada dasarnya tidak ingin jadi penulis, atau ragu menjadi penulis. Tentu Sulit..

Emang Apa bedanya KIL dengan komunitas penulis lainnya?
Banyak. Salah satu garis besarnya aja, KIL menerapkan sistem kurikulum dalam kelas menulis.
So, kita nggak sekedar kongkow-kongkow dan bertukar pikiran seputaran literasi aja. Tapi setiap anggota KIL diberikan target untuk melahirkan sebuah karya yang bermanfaat dan yang terpenting adalah, Metode KIL sangat mudah diterapkan.

Target? Maksudnya seperti apa?
Kelas menulis akan berlangsung sebanyak 10 kali pertemuan. Nah, di akhir pertemuan akan diadakan Final Test yang merupakan presentase akhir karya setiap peserta.
So, tidak ada peserta yang berakhir sia-sia alias gagal menjadi penulis.

Terus, Apa syarat bergabung di KIL?
Syaratnya cuma 3 yaitu Mau, Mau dan Mau.
Jika anda ingin bergabung dan mampu memenuhi persyaratan di atas, konfirmasi kami di :
0821 9031 8983 [Lulufiaa]
0821 9196 3079 [Indah]
Ayo segera bergabung, Quota terbatas hanya Maksimal 35 Peserta/Kelas!!!

Label: , ,

Jumat, 01 September 2017

10 Penulis Terkaya di Dunia

Dengan menulis sesuatu seperti novel atau cerita bisa jadi keuntungan besar bagi seseorang. Apalagi kalau karyanya itu diangkat ke layar lebar, tentu hal itu akan semakin menguntungkannya.


Ada banyak penulis berbakat di dunia ini yang beruntung dengan karya tulisannya yang membuat ia jadi kaya raya. Dilansir The Richest, berikut 10 penulis paling kaya raya di muka bumi.

10. Stephenie Meyer - Kekayaan bersih $125 juta atau Rp 1.48 triliun


Kalian pasti tahu film Twilight, film romantis yang menceritakan kisah cinta seorang vampir kepada manusia. Ternyata skuel film Twilight, New Moon, Eclipse dan Breaking Dawn merupakan adaptasi dari novel karya Stephenie Meyer.

Awalnya Stephenie menulis konsep Twilight hanya untuk bersenang-senang. Tapi adiknya mendorong ia untuk mengirimkan tulisannya kepada penerbit. Sejak karyanya itu diangkat ke layar lebar, Stephenie menjadi penulis terkenal dan terkaya.

9. Dean Koontz - Kekayaan bersih $145 juta atau Rp 1,72 triliun



Mungkin Anda tidak terlalu akrab dengan nama penulis yang satu ini. Namun Koontz adalah seorang penulis hebat yang sudah melahirkan puluhan novel, cerita pendek dan karya non-fiksi. Buku-buku karyanya itu bahkan sudah terjual lebih dari 450 juta copy di seluruh dunia sejak penerbitan novel pertamanya pada tahun 1968.

Koontz mengkhususkan dirinya dalam novel thriller yang menegangkan. Karyanya yang terkenal termasuk Demon Seed, Watchers, Hideaway, Intensity dan Phantoms.

8. Nora Roberts - Kekayaan bersih $150 juta atau Rp 1,78 triliun



Nora Roberts memulai karirnya dengan meluncurkan novel berjudul Irish Thoroughbred pada tahun 1981. Sekarang ia sudah menerbitkan 209 buku novel roman. Bahkan novel karyanya itu bertahan selama 861 minggu di daftar New York Times Best Seller.

7. Jackie Collins - Kekayaan bersih $180 juta atau Rp 2,14 triliun



Jackie Collins adalah penulis wanita lainnya yang memiliki uang banyak di kantongnya. Secara keseluruhan, Collins telah menerbitkan 29 novel, dan secara kolektif novelnya sudah terjual lebih dari 500 juta copy.

Novel pertamanya berjudul The World is Full of Married Men yang diterbitkan pada tahun 1968. Namun sayang novel pertamanya waktu itu dilarang dijual di Australia dan Afrika Selatan Tapi tetap saja hal itu tidak mempengaruhi jumlah penjualan novel karyanya itu.

6. John Grisham - Kekayaan bersih $200 juta atau Rp 2,83 triliun



John Grisham adalah seorang pelatih pengacara kriminal selama satu dekade dan juga pernah bertugas di Mississippi House of Representatives dalam waktu yang singkat. Ia menerbitkan novel pertamanya, A Time to Kill, pada tahun 1989 dan kemudian diikuti dengan karyanya yang paling terkenal, The Firm, pada tahun 1991.

The Firm kemudian diangkat ke layar lebar yang dibintangi oleh aktor tampan Tom Cruise. John meraih rekor dengan penjualan terbanyak yaitu 2 juta kopi sejak pertama kali dipublikasikan.

5. Tom Clancy - Kekayaan bersih $300 juta atau Rp 3,57 triliun



Penulis novel terkenal yang satu ini sayangnya sudah meninggal pada bulan Oktober 2013 lalu. Tapi karya-karya tulisannya masih hidup sampai sekarang.

Banyak novel karya Clancy yang diangkat jadi film, acara televisi atau video game. Beberapa novelnya yang paling terkenal antara lain The Hunt For Red October, Clear and Present Danger, The Sum of All Fears dan Rainbow Six.

4. James Patterson - Kekayaan bersih $310 juta atau Rp 3,69 triliun



Novel pertama James berjudul The Thomas Berryman Number yang diterbitkan pada tahun 1976. Beberapa karyanya semakin terkenal karena tokoh karakter psikolog forensik Alex Cross dalam novel Along Came a Spider yang diterbitkan pada tahun 1993. Novel karyanya itu secara keseluruhan sudah terjual lebih dari 300 juta kopi.

3. Danielle Steel - Kekayaan bersih $375 juta atau Rp 4,46 triliun



Danielle Steel bisa dibilang sebagai penulis paling sukses di dunia terkait jumlah buku karyanya yang sudah terjual. Sejak debutnya pada tahun 1978, Danielle sudah menjual novel sebanyak 800 juta copy. Biasanya setiap tahun Danielle suka menerbitkan novel terbarunya.

2. Stephen King - Kekayaan bersih $400 juta atau Rp 4,76 triliun



Stephen King memiliki blibliografi yang sangat luas yang banyak menerima penghormatan dari kalangan sastra. Novel-novelnya pada umumnya bergenre horor, fiksi ilmiah dan fantasi seperti Carrie, Salem's Lot, The Shining, dan Pet Sematary.

Novel The Dark Tower merupakan salah satu yang paling terkenal dan dianggap sebagai  hasil kerja terbaik Stephen King.

1. J.K. Rowling - Kekayaan bersih $1 milliar atau Rp 11,9 triliun



Mungkin sangat pantas bagi penulis asal Inggris ini mendapat gelar sebagai penulis terkaya di dunia. J.K. Rowling adalah pencipta seri Harry Potter yang diadaptasi menjadi sebuah film.

Novel pertamanya, Harry Potter and the Philosopher's Stone yang diterbitkan pada tahun 1997 berhasil meraih kesuksesan dalam sekejap. Pada tahun 2007, Harry Potter and The Deathly Hallows, menjadi buku paling cepat terjual sepanjang masa - 15 juta copy terjual hanya dalam waktu 24 jam.

Sumber :
http://www.wowmenariknya.com/

Label: , ,

8 Penulis Terkaya di Indonesia

Bila selama ini kamu selalu berpikir bahwa menulis adalah perkerjaan yang membosankan, mungkin sebaiknya kamu mulai berpikir salah tentang asumsimu itu. Karena menulis ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang mungkin membuat kalian iri setelah membaca tulisan ini.

Selama ini, mungkin kamu selalu membenci dan meremehkan pelajaran bahasa Indonesia, karena sesungguhnya bahasa ibu kita itu, telah menjadi inspirasi dan karya dari penulis-penulis Indonesia yang menjadikan mereka kaya, terkenal dan popular. Ketika kita berusaha menjauhi bahasa kita sendiri dengan pelajaran bahasa inggris atau mandarin. Mereka membuktikan pikiran dan tulisan mereka telah membawa mereka dalam kehidupan yang nyaman.

Berikut ini adalah 8 penulis terkaya berdasarkan survei beberapa majalah kampus, ekonomi, gramediakompas dan beberapa sumber terpercaya:

1. Andrea Hirata



Andrea Hirata adalah penulis sukses best seller Laskar Pelangi dan beberapa buku lainnya seperti Sang Pemimpi, Maryamah Karpov. Sumber menyebutkan, Andrea menjual lebih dari 600.000 copy exp bukunya dan dengan total keuntungan lebih dari Rp 3,6 miliar saja dalam satu judul laskar pelangi. Bila ditambah dengan beberapa bukunya yang mencetak best seller, mungkin bisa kalian bayangkan sendiri berapa penghasilan pria asal Belitung tersebut. Bonus tambahannya ia menjual karyanya dengan harga 25 juta untuk difilmkan. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

2. Habiburrahman El Shirazy

Hampir semua karya-karya Habiburrahman yang berupa novel maupun mini novel best seller. Sebut saja Ayat-Ayat Cinta yang puluhan kali dicetak ulang lalu difilmkan dan ditonton oleh 3,5 juta orang. Novel yang lain Ketika Cinta Bertasbih menyamai Ayat-ayat Cinta. Novel terbarunya yang bersetting Rusia, Bumi Cinta juga mulai mengikuti novel-novel sebelumnya yang best seller. Bukunya AAC terjual lebih dari 400.000 exp menempatkan pria lulusan mesir ini sebagai penulis terkaya kedua di Indonesia dengan Rp 2,4 Milliar. Bonus tambahan yang ia dapatkan dari novelnya yang diangkat ke layar lebar adalah 150 juta dari Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Migrab Cinta.

3. Mira W.

Penulis yang paling produktif dalam 20 tahun terakhir dengan buku-buku fenonemalnya seperti Cinta Sepanjang Amazon, menempatkan penulis yang juga dokter umum ini berada di peringkat ketiga penulis terkaya di Indonesia. Mira W. melahirkan lebih dari 20 novel best seller yang diperkirakan memberikan keuntungan lebih dari Rp 2 milliar dari bukunya tersebut. Ia juga aktif menjual karyanya ke film dan layar lebar. Bila perbuku ia mendapatkan 25 juta, silakan hitung berapa uang yang ia hasilkan dari hak ciptanya tersebut.

4. Dewi “Dee” Lestari


Dee adalah salah satu penulis yang cukup fenomenal. Kehadiran Supernova-nya yang terkesan “rumit” banyak digemari penikmat sastra di Indonesia. Supernova Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh, Supernova Petir dan Supernova Akar mampu menyaingi novel-novel teenlit dan Chiklit yang marak kala itu. Perahu Kertas adalah novel terbaru Dee, sebelumnya Dee mengeluarkan kumpulan tulisannya dalam Rectoverso. Di Rectoverso, Dee mampu membuktikan bahwa tulisan yang berkualitas dapat juga diapresiasi dengan baik. Rectoverso juga dikawal dengan album solo Dee bertajuk sama. Semua lagu di album Rectoverso merupakan gambaran setiap tulisan di bukunya. Lirik maupun tulisan di buku sama-sama puitis. Ia konon menghasilkan lebih dari 1,5 miliar rupiah dari seluruh novelnya.

Bahkan konon buku pertama Dee yang berjudul Supernova yang ia terbitkan indie meraup keuntungan bersih sebanyak 58 Milyar dalam setahun penjualan.
Wooww.


5. Agnes Davonar


Ia tidak memiliki latar belakang seni ataupun sastra, tapi memulai tulisan-tulisan ringannya lewat blog pribadinya. Tanpa ia sadari, tulisan-tulisannya mampu membius pembaca online hingga akhirnya ia menjelma menjadi penulis novel fenomenal dengan beberapa kontroversi yang menghampanya. Gaby, karakter ciptaannya menjadi kasus terumit di Indonesia yang melibatkan perebutan lagu misterius. Berbekal prestasi blogger internasional dan sejumlah penghargaan nasional, membuat nama dua bersaudara ini melambung menjadi penulis termahal di Indonesia. Buku Surat Kecil Untuk Tuhan karya mereka terjual lebih dari 200.000 exp atau menghasilkan 700 Juta Rupiah. Ia masih memiliki 7 novel lain yang mencetak best seller yang dijual di luar negeri. Menurut sumber film Indonesia, Agnes bersaudara mendapatkan lebih dari 500 juta Rupiah dari hak cipta novelnya yang semuanya telah menjadi perebutan produsen-produsen kakap nasional. Ia mendapatkan akusisi blognya dari Garudafood lewat produk chocolatosnya dengan nilai sponsorship 500 juta pertahun. Sampai saat ini, penulis ini masih dikenal misterius karena tertutup dan jarang sekali tampil walau dibayar mahal sekalipun dalam sebuah seminar.

6. Raditya Dika


Sama halnya dengan Agnes Davonar, Raditya Dika memulai karielnya sebagai seorang blogger dan berhasil menempatkan dirinya sebagai penulis terkaya ke 6 di Indonesia lewat novel Kambing Jantan-nya yang fenomenal. Walau film adapatasi novelnya gagal di pasaran, tapi buku-bukunya tetap menjadi terfavorit dan mendapatkan lebih dari 500 juta keuntungan pribadi yang membuat pria yang bekas mantan pacar Sherina ini sebagai penulis muda beruntung. Ia juga menjadi artis yang sukses dengan beberapa iklan dan tampil dalam acara televisi.

7. Agnes Jessica


Dia adalah seorang guru matimatika yang kemudian berhenti mengajar dan memutuskan karielnya menjadi seorang penulis. Ternyata pilihanya tidak salah, ia menjadi penulis yang aktif hingga nyaris menerbitkan 1 bukunya setiap bulan, terkenal akan karyanya Sepatu Kaca, menempatkan dirinya dengan pendapatan lebih dari 400 juta keuntungan pribadi dan belum termasuk hak cipta film untuk karyanya.

8. Asma Nadia


Kiprah wanita yang satu ini memang luar biasa. Puluhan bukunya baik yang berupa novel, kumpulan cerpen dan kumpulan essai telah terbit. Dan hampir semuanya best seller. Tulisan-tulisan Asma Nadia banyak ditemukan di majalah hingga koran. Salah satu bukunya yang best seller adalah Catatan Hati Seorang Isteri yang diterbitkan Lingkar Pena Publishing dan Kumcer Emak Ingin Naik Haji. Tulisan-tulisan yang dibuat oleh Asma tentu saja banyak memberikan inspirasi dan motivasi. Nilai-nilai yang syar’I dapat ditemukan di setiap tulisannya. Hebatnya lagi, Asma mampu mengemasnya dengan cantik bahkan meremaja sekali. Sehingga banyak sekali remaja yang menyukai tulisan-tulisannya. Konon ibu muda ini mengumpulkan lebih dari 300 juta dari karyanya yang beredar dan beberapa hak cipta film untuk novelnya.

Sumber : kaskus.us

Label: , ,

Selasa, 20 September 2016

Menjadi Kaya Menerbitkan Buku Sendiri

http://nasmedia-pustaka.blogspot.co.id/
Kebanyakan penulis pasti sangat senang dan bangga bila buku mereka dijual di toko buku besar seperti Gramedia, Gunung Agung, dan sebagainya. Seorang teman penulis pemula misalnya, baru-baru ini berkomentar di sebuah wall Facebook:

“Wah, pasti bangga banget ya, jika buku saya bisa dipajang di Gramedia.”
Memang betul. Pasti ada kebanggaan tersendiri bila buku kita dipajang di toko buku terkenal dan besar seperti Gramedia. Orang-orang pun lebih mudah mendapatkan buku kita, sebab mereka tinggal datang ke toko buku terdekat.
Tapi apakah kebanggaan seperti itu saja sudah cukup?
Untuk menjawabnnya, mari kita lihat sejumlah fakta berikut:
(1) Jika si penulis rajin berpromosi, sudah sering terbukti bahwa penjualan langsung oleh penulisnya (secara online) seringkali jauh lebih berhasil ketimbang penjualan di toko buku. 

Salah satu contohnya adalah buku Bunda of Arabia yang terjual 800 eksemplar dalam waktu kurang dari 1 bulan, padahal hanya dipasarkan secara online. Rahasia suksesnya: Para penulis yang tergabung di buku antologi ini sangat gencar dalam berpromosi. 

Contoh lainnya adalah buku Gerbong Kehidupan karya mbak Diah Kusumawati. Hanya dalam hitungan 10 hari, bukunya sudah laku terjual sebanyak hampir 300 eksemplar. Padahal (lagi-lagi) hanya dipasarkan lewat online dan promosi dari mulut ke mulut. 

Pak Arvan Pradiansyah yang buku-bukunya selalu best seller pun, baru-baru ini bercerita pada saya, bahwa buku terbarunya – I Love Monday – lebih banyak dibeli secara online ketimbang di Gramedia.
Saya juga mengalami hal yang sama. Penjualan buku saya – Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat – di Gramedia tak terlalu berhasil. Tapi jualan secara online alhamdulillah selalu ramai.

(2) Jika buku kita dijual di toko buku nasional, maka bagi hasil yang kita terima relatif lebih sedikit, karena pihak toko buku dan distributor mendapat bagi hasil 50-55% dari harga jual buku.
Untuk lebih jelasnya, coba deh kita hitung:
Katakanlah biaya cetak buku Anda Rp 10.000(*) pereksemplar. Harga jual Rp 48.000
Bila dijual secara online oleh Anda sendiri, maka Anda bisa mendapat keuntungan Rp 38.000 pereksemplar buku.
Bila buku tersebut dijual di Gramedia, maka 55% dari hasil penjualan sudah menjadi hak distributor (termasuk toko buku Gramedia).
Artinya
– Bagi hasil distributor = 55% X Rp 48.000 = Rp 26.400
– Biaya cetak = Rp 10.000
– Sisa buat Anda = Rp 48.000 – (Rp 26.400 + Rp 10.000) = Rp 11.600 pereksemplar buku.
Dari hitung-hitungan di atas, Anda pasti bisa membandingkan, mana yang hasilnya lebih besar, bukan?
NB:
(*) Ini hanya angka ilustasi, bukan angka riil. Sebab biaya percetakan buku itu sangat relatif, tergantung banyak hal.


(3) Jika buku Anda ternyata kurang laku, maka ia akan DIGUSUR KE GUDANG, tidak tersedia lagi di rak toko.
Mengapa? Karena toko buku seperti Gramedia tentu berpikir secara bisnis. Mereka tentu merasa rugi untuk memajang buku yang terbukti tidak laku. Lebih baik rak buku mereka diisi dengan buku lain yang lebih laku.

Maka akibatnya: Buku Anda yang masih banyak stoknya tersebut pun hampir tak bisa lagi dijual. Bagaimana mungkin, buku yang tersimpan di gudang bisa dijual?
Bila kondisi seperti ini terjadi, tentu akan melahirkan DILEMA BESAR bagi penulis:
Di satu sisi Anda ingin agar sisa stok buku tersebut bisa terjual sesegera mungkin, karena modal Anda “tersimpan” di lembar-lembar kertasnya.

Tapi di sisi lain, keberadaannya di gudang membuat buku-buku tersebut sulit untuk terjual. Anda memang bisa saja meminta si toko buku untuk menariknya lalu diserahkan kepada Anda. Tapi untuk menarik buku dan menyerahkannya kepada si penulis (atau penerbit), biasanya butuh biaya khusus yang jumlahnya tidak sedikit.

Jika demikian kondisinya, bagaimana cara agar modal Anda yang tersimpan pada lembar-lembar buku tersebut bisa segera berubah menjadi lembar-lembar uang? Terus terang, caranya tidaklah terlalu mudah
* * *
Nah, demikianlah beberapa fakta tentang penjualan buku di toko buku.
Jadi Teman-teman Sekalian:
Berhentilah berpikir soal rasa bangga atau gengsi semata. Sebab gengsi dan rasa bangga tak bisa dimakan, tak bisa menghasilkan uang. Padahal untuk menerbitkan buku secara self publishing, Anda pasti sudah berinvestasi yang banyak untuk mencetak buku tersebut, bukan?

Jadi Bagaimana Solusinya?
Penulis yang smart (yang baginya gengsi dan rasa bangga tidak terlalu penting) akan berpikir dengan cerdas dan kreatif. Dia sadar betul, bahwa dia sudah mengeluarkan modal yang besar untuk menerbitkan buku. Karena itu dia berpikir seperti seorang pebisnis:

“Saya akan menjual buku saya dengan cara apapun yang memungkinkan buku saya bisa terjual dengan mudah dan cepat, sehingga modal saya cepat kembali.”
Tentu tak masalah bila Anda memutuskan untuk menjual buku Anda di toko buku Gramedia se-Indonesia. Keputusan tentu di tangan Anda.
Tapi setelah membaca penjelasan di atas, saya yakin Anda sekarang mulai berpikir:

“Jika saya memutuskan untuk menjual buku saya di toko buku Gramedia se-Indonesia, maka saya pun HARUS SIAP UNTUK BEKERJA KERAS, agar seluruh buku tersebut bisa laris manis DALAM WAKTU KURANG DARI 2 BULAN, agar tidak sampai digusur ke gudang.”
Adapun jika:
– Anda belum siap untuk bekerja keras seperti yang tertulis di atas
– atau jika modal Anda untuk menerbitkan buku belum terlalu besar
– atau jika Anda belum yakin akan laris tidaknya buku Anda
maka saran saya: Lupakan dulu rasa bangga dan gengsi tersebut. Sebab sekali lagi, gengsi dan rasa bangga tak bisa dimakan
Seperti yang saya jelaskan di atas, bukankah sudah banyak bukti tentang penulis yang bukunya laris manis, padahal hanya dijual secara online?
Bila setelah penjualan online ternyata terbukti bahwa buku Anda laris manis, disambut secara luar biasa oleh masyarakat….. Barulah Anda dengan PENUH KEYAKINAN bisa mencetak buku tersebut dalam jumlah besar, lalu mengedarkannya ke toko buku nasional se-Indonesia.
Semoga bermanfaat. Salam Sukses Selalu!

Sumber :
https://jonru.wordpress.com/

Label:

Senin, 19 September 2016

5 Rumus Ajaib Menulis Buku

http://nasmedia-pustaka.blogspot.co.id/Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Apakah menulis buku itu susah?”. Saya katakan, menulis buku itu bisa susah, bisa mudah.

“Maksudnya seperti apa, bu Mita?”
Begini, menulis buku itu susah bila anda belum mengikuti proses belajar menulisnya. Dan mudah bila anda sudah menempuh proses belajarnya.
“Bagaimana maksud anda bu Mita, apa bisa dijelaskan lagi?”
Oke baiklah, saya akan menjelaskannya. Di bawah ini adalah 5 tahapan untuk menulis buku yang harus anda lewati. Dan saya menyebutnya Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku. Silakan lahap sampai habis bila anda ingin tahu jawabannya.

1. Knowledge Is Power (Pengetahuan Adalah Kekuatan)
Knowledge is power. Dalam menulis buku, Anda butuh pengetahuan. Bila Anda tahu cara menulis buku yang baik dan benar, Anda akan sangat beruntung karena akan ada banyak buku yang akan Anda terbitkan.
Memiliki pengetahuan yang tepat sama dengan memiliki kekuatan yang besar. Coba bayangkan, bila Anda tahu sebuah tambang emas. Juga Anda tahu cara mengeksplorasinya, maka Anda akan sangat bahagia. Bahkan Anda adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena Anda memiliki power yang luar biasa, pengetahuan.
Untuk mendapatkan pengetahuan, kuncinya hanya satu: Belajar.
Bila suka belajar, Anda akan tahu. Namun sebaliknya, cobalah tidak belajar, dunia Anda akan gelap. Anda tidak akan bahagia karena Anda tidak tahu tambang emas Anda.

Begitu pula, untuk mendapatkan pengetahuan menulis buku, kuncinya hanya satu: Belajar.
Bila Anda mau dan suka belajar, Anda akan tahu. Namun bila Anda menganggap belajar itu mahal, maka cobalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan jauh lebih mahal harganya. Bila Anda tidak tahu bagaimana cara RAHASIA menulis buku yang baik dan benar, maka menulis buku akan menjadi masalah besar bagi Anda. Seperti lumrah orang berkata, apa saja yang tidak Anda ketahui, tidak dapat menolong Anda.

2. Work is a pleasure (Bekerja Itu Menyenangkan)
Work is a pleasure. Bila Anda tahu tambang emas, serta hal yang berkaitan dengannya, dan Anda bekerja dengan senang hati, maka Anda telah berada di jalur yang benar. Anda sedang meniti jalan menuju sukses.
Untuk menciptakan satu buku, Anda harus menulis dengan senang dan bergembira. Anda harus seperti sedang menangguk emas. Anda harus menulis dengan ringan dan mengalir, tidak ada beban, tidak ada tekanan.
Namun bila menulis masih terasa berat bagi Anda, berarti Anda belum menganggap menulis buku sebagai sesuatu yang berharga seperti emas.
Bila demikian, Anda harus tetap menulis, jangan berhenti. Tenang saja karena merasa berat dalam memulai segala hal adalah biasa. Coba ingat-ingat lagi saat Anda pindah atau bergaul dengan lingkungan dan orang baru, Anda merasa berat dan kaku, kan?
Begitu juga dalam memulai menulis, apalagi sudah mulai menulis buku, Anda akan merasa berat menjalankannya. Akan ada banyak halangan dan rintangan yang akan merayu Anda untuk tidak menyelesaikan tulisan atau buku Anda.
Tips untuk keluar dari situasi ini adalah dengan menyadari dan percaya bahwa, keadaan seperti ini adalah biasa dalam memulai sesuatu. Untuk menggapai tujuan, orang harus berusaha dan berjuang terlebih dahulu, no pain, no gain…

3. No Pain No Gain (Bila Tidak Ada Kesakitan, Maka Tidak Ada Hasil)
Akan ada banyak pain (kesakitan), akan ada banyak masalah sepanjang jalan menuju tambang emas Anda (Gain). Memang demikianlah aturan mainnya. Dan untuk itu, Anda harus bekerja keras untuk mengusahakan sesuatu yang sangat Anda inginkan.
Jika semua lancar lancar saja, jika semuanya mudah mudah saja seperti semudah membalikkan telapak tangan, maka impian Anda mungkin terlalu kecil, atau sesuatu itu tidak layak diimpikan. Impian yang besar, biasanya, kesakitan atau tantangannya juga besar!
Apakah Anda pernah atau bahkan sering mendengar pernyataan di atas?
Ya, satu sikap wajib yang harus diambil seorang penulis yang bijak ketika halangan dan rintangan itu terus menghadang adalah: Terus berjuang dan  Never Give Up, jangan menyerah….
Oke terima kasih telah membaca sampai disini…. Sebelum lanjut, saya mau kasih HADIAH untuk Anda: Ebook 12 Kesalahan FATAL Penulis Pemula. Ebook dahsyat ini telah menginspirasi banyak orang menjadi penulis hebat… silakan klik untuk download.

4. Never Give up (Jangan Menyerah)
Bila sudah mempunyai knowledge,
Anda sudah menulis dengan senang hati,
Anda telah menghadapi banyak masalah dan ia sangat suka menghadang Anda,
maka…
Lakukan terus, never give up, jangan menyerah.
Bila Anda give up maka Anda tidak akan sampai sukses mendulang banyak emas. Anda tidak akan sampai menerbitkan buku.
Jangan mudah menyerah. Sebenarnya, dengan melakukan tiga hal di atas: Mau belajar, bekerja dengan senang hati, bekerja keras, Anda sudah dekat dengan puncak kesuksesan. Anda sudah berada di track yang benar. Pensil, pena, keyboard komputer Anda adalah saksinya. Kursi, meja, lantai dan dinding kamar Anda telah melihat usaha Anda. Keluarga, teman, tetangga Anda juga tahu bahwa Anda telah melakukan hal yang benar.
Anda hanya butuh selangkah lagi untuk sukses. Anda hanya butuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini bila Anda telah berada di track yang benar.

5. Nothing is impossible (Tidak Ada yang Mustahil)
Percayalah bahwa segalanya adalah mungkin bagi orang yang sungguh-sungguh. Segalanya akan terjadi bila Anda telah menulis dengan segenap jiwa, dengan seluruh raga, dengan semua doa.
Apalagi sudah banyak orang yang sukses dalam menulis buku. Anda harus lebih yakin lagi bahwa Anda pun bisa seperti mereka. Bila sudah ada satu, dua, tiga orang telah berhasil menangguk emas, maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi orang keempat, kelima, keenam untuk melakukan hal yang sama.
Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?
Langkah-langkah menulis buku itu sudah jelas. Contoh suksesnya berseliweran. Tips-tipsnya sudah banyak bertebaran di buku, di internet dan di pelatihan menulis. Anda tinggal contek dan ikuti semangat dan kiat-kiat keberhasilan mereka.
Anda harus yakin dan percaya bahwa Anda bisa menangguk emas, menerbitkan buku kesayangan Anda, seperti orang lain yang telah sukses melakukannya. Bila Anda yakin, Anda pasti bisa menerbitkan buku Anda. Bila Anda yakin, jangankan satu buku, seratus buku pun bisa Anda tulis dan terbitkan.
Semangat!
Demikian 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku ini saya tulis. Semoga bermanfaat.

Sumber :
http://caramenulisbuku.com/

Label: